"Yang pertama ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kita semua sebagai bangsa. Perhatian ataupun rasa kemanusiaan simpati memang diperlukan. Tapi hal berlebihan tidak memberikan pendidikan yang baik termasuk dalam kasus Darsem," imbau Pramono.
Hal ini disampaikan Pramono menanggapi pola hidup Darsem yang berubah setelah menerima sumbangan Rp 1,2 miliar kepada detikcom, Sabtu (6/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat dia mengalami culture shock yang tak pernah memegang uang dalam jumlah banyak dan berubah sikap dan perilakunya. Dan seperti ini Darsem memerlukan pendampingan bagaimana mengelola keuangan. Sumbangan terlalu banyak tidak mendidik," tutur Pramono.
(van/ndr)











































