Keterangan diperoleh detikcom, kobaran api terjadi sekitar pukul 02.00 WITA yang berasal dari rumah warga di RT 37. Hembusan angin yang bertiup kencang, membuat api cepat berkobar dan terus membesar.
Tak pelak lagi, kobaran api yang cepat membesar membuat panik warga sekitar yang tengah mempersiapkan makanan sahur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan warga lainnya terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang penting milik mereka yang bisa diselamatkan. Sempitnya kondisi gang, juga mempersulit keleluasaan petugas pemadam untuk melakukan upaya pemadam.
"Minggir. Minggir semua. Yang tidak berkepentingan, silakan minggir," teriak petugas pemadam kepada warga yang menghalangi gerak laju petugas ke titik api.
Selain di gang 8, petugas pemadam juga melakukan pemblokiran api di gang 7. Terlihat sebagian rumah warga di gang 7, juga ikut hangus dilalap si jago merah.
"Cepat Pak. Tolong Pak, tolong cepat padamkan apinya. Saya minta tolong Pak," histeris seorang ibu di lokasi.
Hingga 2 jam kemudian atau sekitar pukul 04.15 WITA, api mulai berhasil dikuasai petugas pemadam. Meski demikian, sejumlah titik api masih terlihat dan terus dilakukan pemadaman hingga benar-benar padam.
Petugas kepolisian dari Polresta Samarinda serta Polsekta Samarinda Ulu yang berada di lokasi pun, belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Selain itu, juga belum diketahui adanya korban dalam musibah tersebut.
"Penyebabnya masih kita selidiki. Tim sedang meminta keterangan sejumlah warga," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Arif Budiman.
(anw/anw)
