Setelah sebelumnya sejumlah ruas jalan utama yang menjadi rute balapan liar seringkali dirazia aparat kepolisian, seperti di Jl Jenderal Ahmad Yani, Jl Letjend S Suprapto serta Jl Dr Sutomo, kali ini para pembalap liar menggeser rute balapan mereka.
Pengamatan detikcom, puluhan kendaraan roda dua, mulai berjejer di Jl Panglima M Noor, di kawasan Samarinda Utara sekitar pukul 01.00 WITA, Sabtu (6/8/2011) dinihari. Raungan mesin satu persatu terdengar di antara geng motor, menandakan kendaraan mereka siap menantang geng motor lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar aksi balapan lebih menarik, transaksi taruhan pun dilakukan oleh wakil masing-masing geng motor. Taruhan yang dikeluarkan didapat dari hasil sumbangan sesama geng motor.
"Kalau tidak Rp 300 ribu, bisa Rp 500 ribu. Yang pasti, Rp 500 ribu itu untuk balapan jenis," urainya.
Para pembalap yang umumnya berusia remaja ini terbilang nekat. Tidak jarang mereka saling menyalip truk-truk bermuatan alat berat yang melintas di ruas Jl Panglima M Noor.
"Sudah risiko Mas. Ya itu tadi, isi waktu sambil menunggu sahur," ujar Udin, anggota geng motor lainnya enteng.
Hingga 2 jam aksi balapan liar berlangsung, tidak ada satupun mobil patroli aparat kepolisian yang merazia para pembalap liar. Tidak pelak, aksi balapan liar tersebut mengundang perhatian warga sekitar.
(anw/anw)











































