Lily Wahid Protes Rencana Pencopotannya dari DPR

Lily Wahid Protes Rencana Pencopotannya dari DPR

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2011 18:35 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa, Lily Wahid memprotes rencana Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diajukan partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu.

Tak hanya Lily Wahid, PKB juga berencana mengajukan PAW terhadap Effendy Choirie. Namun keduanya hingga saat ini masih bekeja normal sebagai anggota Komisi I DPR.

โ€œSaya akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan posisi saya (sebagai anggota legislator),โ€ kata Lily Wahid kepada wartawan saat menggelar pertemuan dengan konstituen di Pasuruan, Jumat (5/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Lily, PAW atas dirinya dan Effendie Choirie tak punya alasan jelas dan sangat mengherankan. Selama ini keduanya merupakan anggota dewan PKB yang vokal dan paling aktif menyuarakan kepentingan rakyat.

"Saya dan Efendi adalah anggota dewan PKB yang paling vokal. Saya heran apakah karena itu kami ingin dilengserkan?" imbuh adik mantan presiden Abdurrahman Wahid itu.

Terkait PAW atas dirinya ia menuding Fraksi PKB mengajukan PAW karena desakan Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat PKB Jazuli Fawaid. Apalagi, Jazuli merupakan calon legislator yang bersaing memperebutkan kursi di daerah pemilihan Probolinggo-Pasuruan. Ia menduga pergantian antar waktu disebabkan persaingan memperebutkan kursi di DPR.

"Muhaimin itu disetir Fawaid untuk melakukan PAW,โ€ jelas perempuan berkacamata itu.

Ia pun optimistis tetap menjadi anggota dewan. Ia berkeyakinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak akan memiliki waktu untuk menyetujui PAW karena masih sibuk mengurusi internal Partai Demokrat dimana SBY menjadi ketua dewan pembina Partai Demokrat.

โ€œPresiden masih sibuk denga urusan internal Demokrat,โ€ yakinnya.

Sebelumnya, Pengadilan Jakarta Pusat mengeluarkan putusan menolak gugatan Lily dan Effendi terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPR Marzukie Alie atas penonaktifan keduanya. Sedangkan DPP PKB memecat keduanya dari keanggotaan sebagai anggota DPR karena dianggap sering melawan kebijakan partai.

(bdh/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads