"Tidak ada (malpraktek). Saya sudah cek dan itu tidak ada. Dokter itu pasti ada prosedur tetapnya, dan kita sudah intens memberi informasi pada masyarakat bahwa obat itu tidak bisa dikonsumsi sembarangan," ujar Dien di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (5/8/2011).
Di tempat yang sama, dokter spesialis penyakit dalam SP Goeltom SpPD mengatakan, untuk sementara Ratna terkena Steven Johnson. Namun Ratna tidak terkena Systemic Lupus Erythematosus' (SLE).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur pelayanan medik RS UKI Poltak Hutagalung menuturkan, pihaknya sedang mendalami obat Amoxilin yang diminum Ratna. Ratna minum obat itu karena setelah melahirkan terkena infeksi saluran nafas.
"Menurut pengakuan si pasien dia tidak memiliki alergi terhadap obat apa-apa. Jadi itu yang perlu kita dalami. Nanti kita akan tes untuk mengetahui alergi apa yang diderita oleh pasien," kata Poltak.
Poltak menambahkan, pendalaman yang dilakukan RS akan dilakukan selama 2 bulan. Biaya akan ditanggung dari pemerintah provinsi.
"Yang menanggung provinsi 100 persen, dan kita memberikan pelayanan terbaik," tutur Poltak.
Ratna tubuhnya melepuh setelah menjalani pengobatan di Puskesmas Ciracas akibat deman dan sakit mata yang tidak kunjung turun.
(nik/fay)











































