Komite Etik KPK Isyaratkan Panggil Anas dan Angie

Komite Etik KPK Isyaratkan Panggil Anas dan Angie

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2011 16:39 WIB
Jakarta - Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan akan memanggil Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Anggota Komisi X Angelina Sondakh. Hal ini untuk membuktikan kebenaran tudingan Nazaruddin terhadap sejumlah petinggi KPK.

"Bisa saja. Pokoknya semua yang dianggap Komite Etik perlu dimintai keterangan. Supaya makin banyak infromasi dan putusannya makin kuat," ujar Abdullah Hehamahua di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2011).

Abdullah yakin orang-orang yang dipanggil Komite Etik akan memenuhi panggilan. "Sudah saya bilang tadi, kalau datang kita periksa, kalau tidak datang kita lihat hubungannya dari yang datang itu." kata Abdullah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, Abdullah tidak mengingat jumlah dari pihak eksternal yang akan dipanggil oleh Komite Etik. "Saya tidak ingat itu. Sebab saya tadi katakan, baru membaca dan membahas berita-berita kliping selama satu bulan. Baru lihat nanti, dalam siapa dari luar siapa," terangnya.

Komite Etik dibentuk setelah Nazaruddin menyebutkan kedekatan Wakil Ketua KPK M. Jasin dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Lalu, Nazaruddin mengungkapkan pertemuan Anas dengan pemimpin KPK, Chandra M. Hamzah, dan Direktur Penindakan KPK Ade Raharja pada akhir Juni lalu.

Menurut Nazaruddin, dalam pertemuan itu disepakati pengusutan kasus korupsi wisma atlet hanya sampai pada penetapan Nazaruddin sebagai tersangka. Imbalannya, Demokrat akan memperjuangkan Chandra dan Ade dalam pemilihan pemimpin KPK periode berikutnya. Baik Jasin, Chandra maupun Ade Rahardja telah membantah tudingan dari sang buronan.

Nazaruddin juga menuduh Ade dan juru bicara KPK, Johan Budi S.P., bertemu dengannya pada Januari 2010 di salah satu restoran Jepang di Apartemen Casablanca, Jakarta Selatan. Nazaruddin mengaku kembali bertemu dengan Ade, yang didampingi penyidik KPK bernama Roni Samtana, di tempat yang sama pada Juni tahun lalu. Untuk pertemuan ini, Ade Rahardja membenarkan omongan Nazaruddin.

(nal/nal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads