Lemhannas Belum Endus Intelijen Asing 'Bermain' di Papua

Lemhannas Belum Endus Intelijen Asing 'Bermain' di Papua

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2011 15:56 WIB
Jakarta - Gangguan keamanan masih terjadi di kawasan Papua. Spekulasi pun bermunculan mulai dari isu kemerdekaan hingga masuknya pihak asing yang berkepentingan dengan kekayaan tambang di sana. Benarkah?

Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) sebagai pengkaji masalah ketahanan di Tanah Air belum melihat indikasi itu. Berbagai informasi masih perlu ditelusuri lebih jauh dan didiskusikan dengan pihak terkait.

"Belum sampai ke sana. Harus diskusi dulu dengan intelijen dan Kemenlu," kata Gubernur Lemhannas Budi Susilo Supandji usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (5/8/2011).

Dalam kesempatan tersebut, adik mantan jaksa agung Hendarman Supandji ini meminta agar persoalan Papua tidak melulu dilihat dari kacamata militer dan kekerasan. Pemerintah saat ini sedang mencari formula yang tepat untuk menciptakan kestabilan demokrasi di pulau paling timur di Indonesia tersebut.

"Kita harus mengedepankan law enforcement, keamanan publik dan pendekatan civil society," ucapnya.

Dalam waktu dekat, Lemhannas akan menggelar seminar khusus membahas stabilitas dalam era demokrasi di Indonesia. Dalam diskusi tersebut, diharapkan muncul solusi terbaik, khususnya bagi keamanan dan kenyamanan di Papua.

"Tidak hanya para pakar di dalam negeri atau orang Lemhannas, tapi para pakar di dalam negeri di luar lemhannas akan melihat model stabilitas di Indonesia dari kacamata mereka. Kemungkinan juga dari kacamata media," jelasnya.




(mad/rdf)


Berita Terkait