"Pansel harus menanyakan kredibilitas dan integritas agar di kemudian hari ketika menjabat, para pimpinan tidak tersandera dengan apapun meski kecil isunya," kata mantan pansel KPK 2007-2011, Hikmahanto Juwana dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (5/8/2011).
Hikmanto mengatakan, pansel KPK harus melakukan wawancara langsung kepada para calon pimpinan KPK. Calon pimpinan KPK juga harus berani dan punya ketegasan dalam melawan korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hikmahanto, integritas calon yang perlu diperhatikan yakni apakah calon pimpinan KPK ini akan melakukan lobi-lobi dengan anggota dewan yang akan memilihnya atau tidak.
"Calon pimpinan KPK seharusnya berprinsip nothing to lose dan tidak mengemis jabatan sebagai pimpinan KPK," ujarnya.
Selain itu, lanjut Hikmahanto, pemahaman terhadap masalah korupsi dan kecerdasan calon dalam menangani masalah korupsi tersebut mutlak diperlukan. Pimpinan KPK tidak boleh sekadar mengandalkan kemampuan para staf di bawah ketika menjadi pimpinan KPK. Berbagai inisiatif untuk memberantas korupsi harus datang dari para pimpinan KPK.
"Proses ini harus top down bukan bottom up," jelasnya.
Pansel harus menilai kelenturan kepribadian masing-masing calon pimpinan KPK. Hal ini dikarenakan pimpinan KPK harus cepat menyesuaikan dan beradaptasi dengan pimpinan KPK lain. Chemistry kerja harus terjadi sehingga masing-masing pimpinan KPK dapat bersinergi.
"Ini penting mengingat pimpinan KPK harus bekerja secara kolektif. Disamping itu kelenturan kepribadian perlu ada karena pimpinan KPK harus bekerja dengan birokrasi yang ada," ungkapnya.
(gus/fay)











































