Hindari Kasus Cheryl, Penyalur Harus Tes Psikologi PRT

Hindari Kasus Cheryl, Penyalur Harus Tes Psikologi PRT

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2011 14:48 WIB
 Hindari Kasus Cheryl, Penyalur Harus Tes Psikologi PRT
Jakarta - Mengambil pembantu rumah tangga (PRT) dari sebuah yayasan atau penyalur belum tentu berkualitas. Bisa-bisa kasus Ina (35) yang disebut-sebut mengalami kelainan jiwa dan membawa kabur anak majikannya, Cheryl, terulang lagi. Yayasan atau penyalur harus memastikan PRT tidak sakit jiwa.

"Memang problemnya, penyalur berpikir ah cuma untuk jadi PRT ini, jadi tidak butuh kualifikasi. Seharusnya ada tes psikologi," ujar psikologi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung Efnie Indrianie, yang disampaikan pada detikcom, Jumat (5/8/2011)

Menurut Efnie, tes psikologi yang akan dilalui PRT tidak serumit seperti melamar pekerjaan di perusahaan. Prosesnya tidak berlangsung lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya nanti ditanya Kalau dia punya masalah, apa yang akan dia lakukan. Pengalaman apa yang mengesankan dia. Nanti dikombinasikan dengan sedikit tes," terang Efnie.

Efnie menambahkan, PRT itu dituntut memiliki stabilitas emosi yang baik dan paham instruksi majikan. Karena tidak bisa dipungkiri, pekerjaan rumah tangga bukanlah pekerjaan yang sederhana.

"Kelihatannya simpel. Tapi setiap rumah pasti peraturannya berbeda-beda. Itu yang kadang dapat membuat pembantu stres," imbuh dia.

Karena itu, lanjut Efnie, yayasan atau penyalur harusnya mengikutkan PRT pada tes-tes psikologi. Kualitas yayasan atau penyalur yang baik dapat terlihat dari PRT-nya.

Meski diikutkan tes psikologi, menurut Efnie, harga PRT tidak akan mahal. Sebab tes psikologinya tidak akan mengeluarkan biaya mahal.

"Yang penting stabilitas emosi dan yang bersangkutan sehat," tutupnya.

(nik/fay)


Berita Terkait