Ini Hambatan Partai SRI Jika Calonkan Sri Mulyani

Ini Hambatan Partai SRI Jika Calonkan Sri Mulyani

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2011 13:52 WIB
Jakarta - Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) resmi mendaftar verifikasi Parpol di Kementerian Hukum dan HAM. Mengusung Sri Mulyani sebagai bakal calon presiden, partai berlambang sapu lidi ini mempunyai tantangan-tantangan tersendiri.

"Menurut saya, salah satu yang harus ditangani Partai SRI adalah bagaimana membebaskan Sri Mulyani dari kasus Bank Century," ujar pengamat politik, Ikrar Nusa Bakti, di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Selain kasus Bank Century, tantangan lain yang harus dihadapi partai baru ini adalah bagaimana menghadapi tudingan bahwa Sri Mulyani adalah antek asing. Lolos dari verifikasi partai politik di Kemenkum HAM juga menjadi tantangan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Partai SRI harus bisa menunjukkan bahwa orang-orang yang jadi pendukung dia adalah orang-orang yang juga secara integritas bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Bagi Ikrar tak masalah jika Partai SRI mengusung ketokohan Sri Mulyani untuk mendulang suara. Namun Partai SRI, kata Ikrar, tidak perlu memoles Sri Mulyani seperti halnya Partai Demokrat memoles SBY.

"Jangan terlalu membesar-besarkan seolah Sri Mulyani itu dikuyo-kuyo (disingkirkan-red) oleh SBY. Tapi tunjukkan bahwa dialah yang terbaik sebagai calon presiden 2014 dibandingkan seolah-olah dikuyo-kuyo. Itu menurut saya lebih elegan ketimbang kalau kita membicarakan apakah dia dipecat atau tidak dari Kabinet 2010 yang lalu," ucapnya.

Meski memiliki sejumlah tantangan ke depan, Partai SRI juga mempunyai modal dasar yang layak diperhitungkan. Modal itu, kata Ikrar, adalah hadirnya sejumlah tokoh di balik partai baru ini.

"Di belakang Partai SRI itu adalah kalangan intelektual termasuk filsuf dan juga pengamat ekonomi dan politik yang anda tahu tidak mau masuk partai tapi terpaksa masuk partai hanya untuk memperbaiki Indonesia. Menurut saya itu modal dasar yang sangat besar dibandingkan dengan pembentukkan partai lain yang sebelumnya," tandasnya.

(adi/rdf)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads