Karena itu, ada baiknya simak tips psikologi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung Efnie Indrianie, yang disampaikan pada detikcom, Jumat (5/8/2011) sehingga kedua orang tua tenang bekerja di kantor:
1. Harus ada dari pihak keluarga yang bisa dipercaya untuk mengontrol anak yang ditinggal di rumah bersama pembantu rumah tangga (PRT). Mungkin sesaat pihak keluarga perlu didatangkan. Kita bisa saja pasang CCTV, dan mengontrol melalui telepon. Belum tentu saat ditelepon sama dengan kenyataan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Jika kita mendapat pembantu tidak dari yayasan tapi melalui rekan atau rekan PRT di kampung, tidak ada salahnya sekali-sekali ajak mengobrol dan melakukan pendekatan. Bahkan jika perlu ajak mereka bertemu psikolog satu kali saja. Kepada pembantu bisa dikatakan, tujuan mengajak ke psikolog adalah untuk ingin tahu kepribadiannya seperti apa.
"Bilang sama dia (pembantu), dengan ke psikolog, suatu saat mungkin kamu bisa berkembang," tutur Efnie.
Biaya bertemu psikolog, lanjut Efnie, berbeda-beda setiap klinik. Bisa saja harganya Rp 250 ribu-Rp 300 ribu.
"Dengan begitu kita bisa dapat gambaran. Kalau pembantu punya gangguan psikologi atau aneh, dari awal kita sudah antisipasi," tutup Efnie.
(nik/nrl)











































