7 Nasabah Gugat Bank Century, Minta Tabungan Dikembalikan

- detikNews
Kamis, 04 Agu 2011 22:45 WIB
Jakarta - Sekelompak nasabah mengajukan gugatan kepada PT Bank Century Tbk yang kini bernama PT Bank Mutiara Tbk. Mereka menilai bank tersebut telah melakukan pelanggaran hukum terhadap para nasabahnya yaitu melakukan tindak pidana penipuan.

Gugatan ini telah dijatuhi putusan sela oleh PN Jakarta Pusat. Lewat Ketua Majelis Hakim, Eka Budi Prijatna, majelis menyatakan permohonan nasabah tersebut sudah memenuhi syarat formal gugatan class action sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 1 tahun 2002.

Karena itu, majelis hakim memberikan waktu kepada para pihak untuk melakukan mediasi dengan menunjuk hakim Marsudin Nainggolan sebagai hakim mediator. "Gugatan para penggugat dinyatakan sah dan memenuhi persyaratan gugatan class action," kata Eka di PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Kamis, (4/8/2011).

Atas putusan tersebut, salah satu kuasa hukum Bank Century, Ficky Fiher Achmad, menyambut baik putusan ini. Sekarang pihaknya siap melakukan mediasi dengan kuasa hukum Bank Century Cs. "Minggu depan kami akan mulai mediasi," ujar Ficky.

Sementara salah seorang kuasa hukum Bank Century, Erick S Paat, mengatakan tetap menghormati putusan hakim tersebut dan pihaknya siap melakukan mediasi. Namun, Erick mengatakan, sebenarnya, gugatan tersebut salah alamat. Soalnya, seharusnya para nasabah tersebut menggugat Antaboga sebab dengan perusahaan Antabogalah mereka memiliki ikatan hukum, sementara Bank Century hanyalah bertindak sebagai penampung uang dari rekening Antaboga.

"Mereka hanya mengaku nasabah Bank Century, padahal sebenarya mereka bukan nasabah Bank Century," ujar Erick.

Gugatan ini diajukan oleh tujuh orang nasabah Century yakni, Cahyadi Candra Mulia, Lie Andry, Lim Hoa Hong, Esther Nuryadi, GO Kim Moi, Oh Eng San, dan Liauw Hing Lok. Ketujuh orang nasabah ini mengugat PT Bank Century, PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia, Bank Indonesia, dan Bapepam-LK.

"Kami meminta PN Jakarta Pusat menghukum Bank Century dan Antaboga agar melunasi kerugian material dan imaterial para nasabah Bank Century yang besaran nilainya ditentukan kemudian," terang Cahyadi.

Sebagai contoh, Cahyadi mengaku saat ini memiliki uang sekitar Rp 5 miliar di Bank Century. Dari jumlah tersebut, Cahyadi meminta Bank Century agar mengembalikan uangnya beserta bunganya sebesar 13 persen per tahun terhitung sejak 1 September 2008.

"Bank Century telah menipu para nasabahnya dengan melakukan penjualan produk Reksadana dan discretionary fund secara melanggar hukum. Selain itu, Bank Century juga diklaim telah memberi informasi menyesatkan terhadap nasabah mengenai produk Reksa Dana tersebut yakni bahwa produk reksa dana itu sejenis dengan produk deposito," terang Cahyadi.

Pelanggaran tersebut merupakan perbuatan melawan hukum karena melanggar pasal 29 ayat 4 UU No 10 /1998 tentang Perbankan dan pasal 2 Peraturan Bank Indonesia No 7/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.


(asp/irw)