"Standar pelayanan satwa seperti memberikan kandang yang layak, bebas dari rasa haus dan lapar dan lain sebagainya. Ini sesuai dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta untuk meningkatkan kehidupan layak bagi orang utan. Memang tidak bisa cepat melainkan harus bertahap," kata Ipih kepada wartawan di Gedung Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (4/8/2011).
Perbaikan bertahap tersebut, imbuh Ipih, disusun dalam roadmap untuk perbaikan kesejahteraan orangutan 2009-2011. "Sehingga diharapkan, pada tahun 2013 mendatang seluruh orang utan yang berada di Ragunan dapat hidup layak," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prinsip dasar terwujudnya kesejahteraan satwa yaitu satwa bebas dari rasa takut, bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, kesendirian serta bebas beraktivitas atau bermain seperti hidup di habitat aslinya," tandasnya.
Hanya saja, ia mengakui jumlah populasi tersebut masih jauh dari ideal disbanding kapasitas kandang seperti dikritik COP yakni cukup 30 ekor. Pun demikian, Pemprov DKI tidak tinggal diam.
"Perbaikan dan pembangunan kandang orang utan masih akan dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 dengan dukungan APBD DKI. Diharapkan semua rampung pada tahun 2012. Sehingga tahun 2013, kesejahteraan hidup orang utan sudah meningkatkan," kata Ipih.
Sebelumnya, Jakarta Animal Aid Network dan Centre of Orang utan Protection (COP) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis (4/8). Beberapa perwakilan dari perkumpulan ini datang untuk menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk memberikan pemeliharaan yang lebih baik bagi orang utan.
"Kami menagih janji Gubernur yang telah menjanjikan 2 tahun yang lalu agar pengelolaan orang utan di Ragunan lebih baik," kata Daniek Hendarto, Koordinator Konservasi Eksitu dari COP.
(Ari/irw)











































