Kisah ini bermula saat Rahmat melihat Ina Asriyana yang sedang memangku Cheryl di dekat tempat usaha tambal bannya di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, pada Selasa, 2 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Cheryl terus menerus menangis.
"Saya lihat kok bayinya nangis terus, terus si perempuan itu nggak bisa menenangkan. Makanya saya coba dekati dia dan bertanya mau ke mana," kata Rahmat saat ditemui detikcom di Polres Cakung, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya saya kasih uang nggak sampai Rp 100 ribu ke dia, lalu Cheryl saya bawa pulang ke rumah dan diberikan kepada istri saya untuk dirawat. Saat itu, bayinya panas dan rewel," kata Rahmat yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari tempat tambal ban itu.
Rahmat mengaku mau menerima Cheryl karena merasa curiga dengan perempuan itu. Rasa curiga itu muncul karena wajah Cheryl terlihat sangat berbeda dengan perempuan yang membawanya. Selain itu, kulit Cheryl terlihat sangat bersih.
"Saya curiga kok dia nggak bisa bikin anaknya diam, dan saya curiga kok bayinya bersih sekali, nggak bersih seperti yang membawanya," kata Rahmat yang mengaku belum dikaruniai anak meski sudah lama menikah itu.
Menurut Rahmat, Cheryl langsung diberi madu dan air putih oleh istrinya. Baju Cheryl juga diganti dengan baju seadanya untuk sementara. "Karena mau beli susu bayi sudah tutup semua jadi hanya dikasih madu dulu. Baju dia sudah bau pesing," kata Rahmat. Baru pagi harinya, Cheryl diberi susu dan baju baru.
Rahmat mengaku sangat senang bisa merawat Cheryl. Apalagi istrinya sangat bahagia karena sudah lama tidak memiliki anak. Namun Rahmat mengaku senang bisa membantu dan mengembalikan Cheryl ke pelukan kedua orang tuanya.
"Saya sedih juga tapi ya nggak apa-apa asal Cheryl kembali ke orang tuanya," kata Rahmat sambil tersenyum.
(ken/nrl)










































