"Saya belum bisa komentari karena saya sendiri tidak tahu," jawab Hatta singkat usai rapat dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (4/8/2011).
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menolak rencana pembangunan rel kereta yang dimodali oleh perusahaan dari Rusia. Agustin mengancam mundur bila proyek yang sudah disepakati dengan pemerintah pusat tersebut tetap berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabarnya mau ditandatangani MoU pada saat Presiden Rusia datang ke Indonesia," kata Agustin saat berbincang dengan detikcom.
Politisi PDIP ini mengaku sudah tahu tentang proyek tersebut sejak lama. Sebab mulai tahun 2006, investor Rusia selalu menghubungi Agustin soal rencana proyek.
"Tapi saya tegas menolak. Saya memandang apa yang dilakukan tidak memperhatikan eksistensi hutan lindung. Padahal itu satu-satunya penyangga untuk sungai Barito di Kalteng sepanjang 1.000 km," ceritanya.
Agustin khawatir, bila hutan lindung diganggu maka akan terjadi banjir bandang. Hutan lindung seluas hampir 600 ribu hektar juga terancam habis dipangkas.
(mok/rdf)











































