"Saya nggak berpikir ke arah itu. Nggak lah. Sudah, positif saja menanggapinya," kata Fachmi saat dihubungi detikcom, Kamis (4/8/2011).
Menurut Fachmi, Panitia Seleksi (Pansel) KPK sudah memilih 10 orang kandidat terbaik untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya. "Saya pikir itu yang terbaik di antara 17 peserta. Saya positif saja," ucap dia.
Fachmi menilai sudah menjalani tes dengan maksimal. "Tes lancar saja semua, tapi kalau nggak lolos ya nggak apa-apa," jelas Fachmi.
Sebelumnya, nama Fachmi sempat ramai disebut karena munculnya tudingan Nazaruddin. Mantan bendahara umum PD ini menuding Fachmi pernah menyumbang Ketum PD Anas Urbaningrum Rp 1 miliar untuk pelaksanaan kongres di Bandung, dan kemudian mengantarkan Anas menjadi Ketum.
Fachmi sudah membantah tudingan Nazaruddin. Bahkan Fachmi membuka kedok siapa Nazaruddin. Dalam kasus yang ditanganinya di Sumbar terkait pembangunan rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya yang melibatkan perusahaan milik Nazaruddin, PT Anak Negeri, Fachmi mengaku sempat diancam Nazarudin melalui telepon agar menghentikan pengusutan kasus itu.
Nazarudin bahkan menyebut-nyebut nama Anas agar kasus yang melibatkan mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua itu dihentikan. "Dia mengancam agar kasus itu dihentikan. Kalau tidak, saya akan diberhentikan dari jabatan sebagai Kajati. Itu dilakukannya saat masih menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat," tukas Fachmi.
Berikut 10 nama yang lolos untuk tes wawancara berdasarkan abjad.
1. Abdullah Hehamahua
2. Abraham Samad
3. Adnan Pandupradja
4. Aryanto Sutadi
5. Bambang Widjojanto
6. Egi Sutjiati
7. Handoyo Sudrajat
8. Sayid Fadhil
9. Yunus Husein
10. Zulkarnain
(irw/lh)











































