Menjelang bulan Ramadan, suhu udara di Riau memang dalam kategori ekstrem. Muncul kabut asap tebal karena masyarakat membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Itu sebabnya, memasuki bulan Ramadan, sejumlah kabupaten di Riau diselimuti kabut asap tebal.
Namun hari ini, Kamis (4/8/2011), di Pekanbaru misalnnya, hujan teras mengguyur sejak pukul 09.00 WIB. Hujan ini tentunya sangat diharapkan masyarakat karena dapat menghilangkan kabut asap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pedagang sate Padang ini, hujan juga dapat menghilangkan debu kendaraan yang melintas di sekitar rumahnya. "Debu akibat kemarau juga sudah menyesakan dada. Turun hujan ini sangat melegakan kita," kata Yudi.
Kondisi hujan deras tidak hanya dialami Pekanbaru saja. Kota Dumai, yang terpaut 200 km arah utara Pekanbaru, juga diguyur hujan deras sejak tadi pagi.
"Semoga dengan hujan deras ini, kebakaran hutan dan lahan bisa teratasi. Asap di kota Dumai selama ini sangat mengganggu perjalanan. Karena jika malam hari, jarak padang sangat terbatas akibat asap," ujar Yusril Ardan seorang sopir travel jurusan Pekanbaru-Dumai.
Sedangkan data di BMKG Pekanbaru, jumlah titik api sempat terpantau menyebar di sejumlah kabupaten dan kota. Dua hari lalu terdeteksi lebih dari 120 titik api. Dengan adanya hujan, secara alami titik api akan jauh berkurang.
(cha/fay)










































