Demikian disampaikan Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumbar, Ade Edward, kepada detikcom, Kamis (4/8/2011). Menurutnya, pembentukan pos siaga yang melibatkan masyarakat setempat itu didorong oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia (PMI).
"Lokasi pos terletak di 4 kabupaten/kota yang berada di sekitar Gunung Marapi, yakni di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Posko siaga akan diprioritaskan di Nagari yang berada di lereng dan kaki Gunung Marapi seperti, Nagari Aie Angek, Koto Baru, Paninjauan, Sungai Pua, dan Lasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Ade mengatakan, kondisi Gunung Marapi saat ini relatif lebih tenang dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat menyemburkan abu vulkanik sebanyak 8 kali ke udara. Namun demikian, pihaknya berharap agar masyarakat tidak mengurangi kewaspadaan.
Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas PMI Sumbar, Zulhendri, mengatakan PMI Sumbar sudah menyiapkan 10 ribu masker untuk antisipasi kebutuhan warga yang terkena dampak semburan abu vulkanik Gunung Marapi.
"Langkah tersebut merupakan tahap emergency pertama yang dilakukan PMI. PMI juga sudah melakukan assesment di beberapa tempat di kaki Gunung Marapi seperti, Aie Angek, Sungai Pua, dan Koto Baru. Relawan kita saat ini juga tetap berjaga-jaga di sana," kata Zulhendri.
Seperti diberitakan, aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang terletak di kawasan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang, Sumbar meningkat sejak Rabu (3/8/2011) pagi. Pada Rabu siang, gunung tersebut menyemburkan hujan abu sebanyak 8 kali.
(yon/fay)











































