"Jadi daerah yang sedang menjalankan program itu merupakan daerah yang cukup lama kita tidak jamah dan nampaknya daerah itu sedikit terpengaruh OPM," kata KSAD saat menjenguk 3 personel TNI korban penembakan yang dirawat di Ruang Bedah kamar 605 lantai 6, RSPAD, Senen, Jakarta, Kamis (4/8/2011).
Dikatakan dia, warga daerah itu tadinya sempat dijanjikan akan dibangunkan rumah oleh para OPM. "Namun kita membangun rumah untuk warga lebih dahulu dan tanpa janji-janji. Mungkin karena itu, mereka terganggu sehingga mereka melakukan penyerangan terhadap personel kita," papar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KSAD mengaku baru mendapat kabar telah terjadi penembakan heli di Kabupaten Puncak pada Rabu 3 Agustus kemarin. Heli tersebut sedang melakukan evakuasi terhadap korban-korban.
"Mungkin heli itu melintas di atas daerah yang mayoritas OPM makanya heli tersebut ditembaki. Dalam kejadian itu 1 personel kita gugur," kata KSAD.
Apa langkah selanjutnya? "Pasti kita kejar pelakunya karena tidak ada yang boleh mengganggu keamanan," jawab KSAD.
Menurut dia, TNI akan melakukan pendekatan teritorial kepada masyarakat setempat. Ia juga berpendapat belum diperlukan penambahan pasukan di Papua. Jumlah korban TMMD, 1 personel TNI meninggal dunia dan 3 orang lainnya luka tembak.
"Namun, bagi yang mengganggu akan kita lakukan pendekatan militer," kata KSAD.
(aan/nrl)











































