"Banyak juga yang tidak kita tembak mati," ujar Kadivhumas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (4/8/2011).
Meski begitu, Anton berterimakasih atas kritik yang disampaikan. Polisi tidak ingin menembak mati jika teroris yang akan ditangkap tidak melakukan penyerangan yang membahayakan warga masyarakat sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Laksamana Muda TNI Soleman B Ponto mencermati tindakan Polri dalam menangkap tersangka teroris. Seharusnya pelaku terorisme itu ditangkap dalam keadaan hidup, bukan dengan ditembak mati.
"Kalau polisi mau bunuh, masuk tentara saja. Kalau harus tertangkap lalu dihukum ada alatnya yaitu polisi. TNI dapat melakukan penindakan dan pencegahan," tuturnya.
(mpr/lh)











































