"Saat bertemu Gubernur 2 tahun lalu, dia berjanji akan memperbaiki, mengadakan perubahan. Namun kondisinya mengerikan, kurang makan dan perawatan," kata juru bicara COP, Daniek Hendarto di sela-sela aksi damai di depan Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (4/8/2011).
Untuk menunjukan keprihatinannya, 9 aktivis COP memoles wajahnya seperti orangutan. Di tangan masing-masing, aktivis membawa poster berisi tuntutan tunggal,'Orangutan Menagih Janji'. Mereka prihatin dengan kondisi 55 ekor primata yang telantar di Ragunan tepatnya di halaman rumah Ulrike von Mengden, perempuan penyayang binatang yang telah berusia 91 tahun.
"Sangat memprihatinkan di tengah menurunnya populasi orangutan. Sekarang, data menyebutkan jumlah mereka tingga 55.000 ekor. Dan mungkin akan punah dalam kurun waktu 10 tahun terakhir," tandasnya.
Dalam aksinya, pecinta binatang ini membentangkan spanduk besar bertuliskan 'Orangutan Menagih Janji'. Mereka berderet tepat di trotoar depan gedung Balaikota, tempat Foke berkantor. Tidak ada pengamanan kepolisian ataupun satpam yang terlihat. Aksi ini membubarkan diri usai berunjukrasa sekitar 60 menit.
(Ari/rdf)











































