Hari Ini Komite Etik KPK Gelar Rapat Perdana

Hari Ini Komite Etik KPK Gelar Rapat Perdana

- detikNews
Kamis, 04 Agu 2011 09:26 WIB
Hari Ini Komite Etik KPK Gelar Rapat Perdana
Jakarta - Setelah dibentuk pada pekan lalu, Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memulai rapat perdana pada hari ini. Rapat akan membahas tentang jadwal pemeriksaan terhadap para pimpinan KPK yang merupakan imbas dari tudingan Muhammad Nazaruddin.

"Ya siang ini rapat perdananya. Sekitar pukul 11.00 WIB lah, membahas penyusunan agenda komite etik," tutur anggota Komite Etik Said Zainal Abidin dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (4/8/2011).

Pria yang juga merupakan penasehat KPK ini mengatakan, dalam pertemuan hari ini, tidak akan langsung melakukan pemeriksaan, melainkan hanya penetapan agenda saja. Agenda tersebut dapat disesuaikan dengan jadwal para anggota komite etik, terutama yang berasal dari unsur eksternal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka kan orang-orang sibuk juga, punya kegiatan. Kalau kami yang dari internal memang tiap hari ke kantor," terang Said.

Pada Senin kemarin, KPK mengumumkan adanya penambahan unsur eksternal dalam komisi etik menjadi empat orang. Syafii Ma'arif dan pakar hukum Nono Anwar Makarim masuk menggantikan tempat dua pimpinan KPK, Busyro Muqooddas dan Haryono Umar yang ada di jajaran komite etik sebelumnya.

Nama Syafii Ma'arif dan Nono, menemani dua nama dari eksternal lainnya yang lebih dulu ada yakni Marjono Reksodiputro dan Sjahrudin Rasul. Empat orang dari eksternal ini akan bekerja sama dengan tiga orang dari internal KPK yakni, Wakil Ketua Bibit Samad Rianto, dan dua penasehat KPK Zaid Zainal Abidin dan Abdullah Hehamahua.

Komite etik dibentuk setelah burok KPK, Nazaruddin menyebutkan kedekatan Wakil Ketua KPK M. Jasin dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Lalu, Nazaruddin mengungkapkan pertemuan Anas dengan pemimpin KPK, Chandra M. Hamzah, dan Direktur Penindakan KPK Ade Raharja pada akhir Juni lalu.

Menurut Nazaruddin, dalam pertemuan itu disepakati pengusutan kasus korupsi wisma atlet hanya sampai penetapan Nazaruddin sebagai tersangka. Sebagai imbalannya, Demokrat akan memperjuangkan Chandra dan Ade dalam pemilihan pemimpin KPK periode berikutnya. Baik Jasin, Chandra maupun Ade Rahardja telah membantah tudingan dari sang buronan.

Nazaruddin juga menuduh Ade dan juru bicara KPK, Johan Budi S.P., bertemu dirinya pada Januari 2010 di salah satu restoran Jepang di Apartemen Casablanca, Jakarta Selatan. Nazaruddin mengaku kembali bertemu dengan Ade, yang didampingi penyidik KPK bernama Roni Samtana, di tempat yang sama pada Juni tahun lalu. Untuk pertemuan ini, Ade Rahardja, mengakui memang pernah bertemu dengan Nazaruddin.


(fjr/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads