"Saya harapkan ada penegasan dari semua partai terhadap seorang calon," ujar Aburizal di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2011) malam.
Ical biasa Aburizal disapa, berharap bentrokan yang menewaskan 19 orang itu dapat segera diselesaikan. Terlebih peristiwa ini merupakan konflik internal di tubuh Partai Gerindra karena ada dualisme dukungan terhadap calon Bupati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa bentrok ini terjadi pada Sabtu (30/7). 19 Orang tewas akibat bentrokan itu. Polisi sudah melakukan pengamanan dan mengirim pasukan tambahan ke kabupaten hasil pemekaran dari Puncak Jaya itu.
Polisi mensinyalir, bentrokan yang menewaskan 19 warga dipicu urusan internal Partai Gerindra. Ada dua surat rekomendasi dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu untuk dua calon bupati, yang memicu bentrok. Namun polisi menegaskan tidak akan ikut campur.
"Informasinya begitu, itu urusan internal partai," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono saat dihubungi detikcom, Selasa (2/8/2011).
Surat rekomendasi itu yakni dari DPC Gerindra Puncak mendukung pasangan Elvis Tabuni dan Yosia Tembak, sedang dari DPP Gerindra mendukung Simon Alom dan Heri Kosnai. Nah, surat inilah yang kemudian memicu saling klaim antar kedua pasang calon.
(did/van)











































