"Kita tidak mau NKRI terpecah, itu saja prinsipnya," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat mengikuti buka bersama di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (3/8/2011).
Purnomo mengatakan, gangguan keamanan di Abepura memang diduga terkait masalah politik. Di lokasi ditemukan ada bukti-bukti yang berhubungan dengan bendera Bintang Kejora, ciri khas OPM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana solusinya? Mantan Menteri ESDM ini mengatakan, proses hukum tetap menjadi acuan utama. "Kalau memang mereka terbukti nantinya makar. Tapi ini belum sampai ke situ, ini tetap kita waspadai," imbuhnya.
Menkopolhukam Djoko Suyanto memastikan upaya penegakan hukum masih terus dilakukan. Namun, dia juga meminta agar proses tersebut tidak melulu dikaitkan dengan pelanggaran HAM.
"Jangan salah dipersepsikan seolah-olah dipersepsikan seolah kita melakukan pelanggaran HAM," katanya.
Sebelumnya terjadi kerusuhan di Abepura, Jayapura yang menewaskan 4 orang. Salah satu korban tewas diidentifikasi sebagai Prajurit Satu TNI Dominikus Keraf.
Pada 29 november 2010 juga terjadi penyerangan oleh kelompok bersenjata. Dari hasil olah tempat kejadian perkara ditemukan bendera bintang kejora selain persenjataan tombak, anak panah, satu pisau tulang kasuari.
(mad/lrn)











































