"Beliau (Idris) datang kelihatan tampak terdesak. Siapin danalah, saya didesak Rosa," kata Laurencius menirukan ucapan Idris saat bersaksi di Pengadila Tipikor, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Kejadian itu terjadi 21 April 2011 lalu di kantor PT DGI. Laurencius mengaku jika cek itu diterbitkan untuk Kemenpora.
Cek dari Bank Mega dan BCA itu dipecah menjadi tiga lembar dengan total nilai Rp 3,2 miliar. Nilai masing-masing cek agak sedikit aneh, tidak bulat. Laurencius mengaku hanya mengikuti catatan yang sudah disiapkan Idris soal angkanya.
Laurencius mengaku tak tahu menahu mengapa Rosa bisa mendesak Idris mengeluarkan cek itu. Hanya saja, selama ini Rosa memang sering membantu PT DGI dalam berbagai tender.
"Untuk tender dibantu Rosa," lanjut Laurencius.
Saat dikonfirmasi, Idris tidak membantah kesaksian Laurencius. Ia menambahkan jika pada tanggal tersebut, sekitar pukul 15.30 WIB, Rosa sempat menghubungi Idris. Saat itu Rosa kembali mendesak soal jatah 2 persen supaya jangan sampai kurang.
"Jangan kurang dari 2 persen, jangan bikin malu saya," ucap Idris menirukan perkataan Rosa.
(mok/aan)











































