Dengan santainya, Rabu (3/8/2011), sapi-sapi mengais tumpukan sampah. Kehadiran orang asing atau pemulung sama sekali tak mengusiknya. Mereka terus mengais, berjalan pelan, berpindah dari satu titik ke titik lain.
Saat truk datang, tanpa diteriaki si sopir, sapi-sapi itu buru-buru minggir. Begitu truk sudah menumpahkan sampah, mereka berebutan mendekat. Tampaknya, mereka hapal bagaimana menempatkan diri di tengah lalu lalang truk, tumpukan sampah dan pemulung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas TPA Jatibarang yang enggan disebut namanya, menyatakan sapi-sapi itu sudah ada sebelum ia berada di wilayah tugasnya. Jadi ia tidak tahu pasti siapa pemilik sapi-sapi tersebut.
"Milik warga, tapi siapanya saya nggak tahu. Sapinya nggak pernah dijaga," katanya.
Petugas itu menambahkan, sapi-sapi itu memang biasa makan sampah. Ia tidak pernah mengecek apa yang dimakan sapi. "Pastinya daun atau sisa sayur. Nggak tahu kalau plastik atau yang lain ikut dimakan," ungkapnya.
TPA Jatibarang terletak di Kelurahan Bambankerep, Ngaliyan, kurang lebih 6-7 Km barat daya pusat Kota Semarang. Saat ini, di lokasi tersebut telah dibangun unit pengolah sampah. Sapi 'diizinkan' menikmati sampah selama sampah tersebut belum masuk mesin pengolah.
(try/lrn)











































