"Dengan Sri Mulyani menjadi calon presiden yang diusung, menurut kami malah itu sebuah tradisi yang sangat bagus. Supaya rakyat tidak membeli kucing dalam karung," ujar Muzani kepada wartawan, Rabu (3/8/2011).
Menurutnya, ketika sebuah partai baru lahir, harus memiliki platform dan calon yang mau diusung siapa. Dengan demikian tidak terjadi transaksi politik dikemudian hari. Saat berdiri, Partai Gerindra juga terang-terangan ingin mengusung Prabowo Subianto mejadi capres 2009, meski akhirnya hanya mejadi cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerindra sendiri merasa tidak terancam dengan figur Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang akan diajukan sebagai capres 2014 mendatang. "Gerindra tidak merasa terancam dengan Sri Mulyani menjadi calon Presiden yang diusung," terangnya.
Bila tidak menjadi ancaman, apakah ada kemungkinan partai SRI justru akan menajdi koalisi Gerindra?
"Dalam tradisi politik antara ancaman dan kawan itu bedanya tipis. Hari ini ancaman, mungkin kemudian hari bisa jadi kawan. Hari ini berkoalisi, besok mungkin tidak lagi di koalisi. Jadi lihat bagaimana ke depan saja. Lihat bagaimana nanti, kan nanti kekuatan-keuatan bakal diuji di Pemilu legislatif," imbuhnya.
(her/lrn)










































