"Ya saya pikir imbauan itu baik. Baik untuk preventif supaya tidak ada insiden seperti yang dikabarkan itu terulang. Kalau ada CCTV kan juga bisa menjadi bukti," tutur Kepala Dinas Pariwisata DKI, Arie Budhiman dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/7/2011).
Namun Arie sampai sejauh ini belum menerima laporan resmi tentang adanya insiden perkosaan di salah satu tempat karaoke di Senayan City. "Belum ada laporan resmi ke kami," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya ada CCTV-nya untuk memonitor. Karena kalau ada ganguan, ada CCTV yang rekam ini dan polisi bisa mendapatkan bukti dari situ," imbau Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (2/8/2011).
Imbauan ini disampaikan Baharudin menanggapi kasus pemerkosaan PT (19) oleh KI (23) di tempat karaoke yang berada di pusat perbelanjaan Sency.
Baharudin mengharapkan, tempat karaoke harusnya tidak mengedepankan sisi privasi saja. Karoke keluarga harusnya lebih kekeluargaan dan terbuka.
"Karena namanya juga adalah karaoke keluarga," katanya.
Selain itu, Baharudin juga meminta Dinas Pariwisata DKI Jakarta mengawasi jalannya operasional semua tempat hiburan yang ada di Jakarta. Dinas Pariwisata tidak bisa lepas tangan begitu saja.
"Kan yang berikan izin itu siapa, itu yang harus awasi. Selain itu mereka juga harus melakukan studi kelayakan misalnya kalau ada kebakaran bagaimana penyelamatannya, ada nggak sistem pengamannya," kritiknya.
(fjr/rdf)











































