Pernyataan-pernyataan Nazaruddin membuat Anas terpojok. Anas selalu membantah adanya uang haram dalam Pemilihan Ketum Demokrat di Bandung, tapi Nazaruddin selalu menyerang dengan peluru baru. Inikah akhir politisi muda Demokrat ini?
"Tanpa lompatan besar, Anas akan tersisih. Kasus Nazaruddin ini akan terus dipelihara oleh lawan-lawan Partai Demokrat. Hal ini juga akan dipakai lawan Anas di internal Demokrat. Ini akan terus diungkit-ungkit," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Selasa (2/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Anas agak berat," jelas Arie.
Posisi Anas dipersulit adanya kubu-kubu saingannya di Demokrat. Ada kubu Andi Mallarangeng dan Kubu Marzuki Alie yang menjadi saingannya. Tentunya kasus Nazaruddin akan dijadikan senjata bagi mereka untuk mengalahkan Anas di pemilihan Ketua Umum Demokrat mendatang.
Jangan harap pula setelah kasus ini, Partai Demokrat akan memajukan Anas sebagai calon presiden tahun 2014. Padahal sebelumnya, posisi Anas cukup terbuka setelah SBY tidak mau mencalonkan diri lagi dan memastikan tidak akan memajukan Ani Yudhoyono.
"Anas harus segera melakukan rekonsiliasi, mengatasi hal ini sesegera mungkin, selagi dia masih mampu. Kalau tidak habis Anas," tutup Arie.
(rdf/fjr)











































