"Mereka ada pesan minuman, itu ada 4 botol di antaranya Chivas Regal," kata Yance Mada selaku kuasa hukum XKTV saat jumpa pers di XKTV, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2011).
Yance mengatakan, pemesanan ruangan dilakukan atas nama Johan pada Senin (25/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Pada saat booking, yang pertama kali datang adalah 4 pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ketujuh orang tersebut, pelayan XKTV tidak mengetahui apa saja aktivitas yang dilakukan mereka. Hanya saja, lanjutnya, pelayan bolak-balik ke dalam ruangan ketika ada pemesanan makanan atau minuman dari dalam ruangan.
"Pelayan ada sekitar empat kali keluar-masuk ruangan dan tidak ada aktivitas yang mencurigakan selama pelayan masuk," kata dia.
Ia menambahkan, selama pemakaian ruang karaoke, pihaknya tidak mendengar suara-suara berisik berupa teriakan atau kegaduhan sama sekali. Yang terdengar hanya suara orang bernyanyi selayaknya tempat karaoke pada umunya.
"Jikalau terjadi suara jeritan, maka akan terdengar sampai ke ruang lobi belakang karaoke dan pasti karyawan XKTV akan mendengar dan segera mengambil tindakan yang menjadi tanggung jawab pengelola," jelas Yance.
Sekitar pukul 01.30 WIB, bertepatan dengan tutupnya XKTV, ketujuh tamu tersebut meninggalkan ruangan. Saat meninggalkan ruangan, sejumlah pelayan XKTV sempat melihat PT dibopong oleh teman prianya.
"Dan saat keluar, wanita tersebut berpakaian seperti biasa," kata dia.
Saat ketujuh orang tersebut bubar, pihaknya tidak mendapat keluhan apa pun dari mereka. "Selagi tidak ada pengaduan, kita juga tidak sembarang melihat ada apa yang terjadi sama mereka, itu kan privacy tamu," ujar dia.
Ia menambahkan, pengunjung keluar dalam keadaan mabuk adalah suatu hal yang wajar. "Orang ke sini kan perlu hiburan. Kalau di luar kendala itu, itu menjadi private customer. Selagi tidak ada pengaduan ke manajemen, itu sah-sah saja," tutupnya.
(mei/rdf)











































