Untuk menyeberang dengan perahu, setiap orang membayar Rp 2.000. Sedangkan untuk motor, setiap orang membayar Rp 5.000.
Biasanya, sebelum jembatan gatung itu putus, sebagian warga setiap hari pergi ke kebun dengan mengendarai motor atau berjalan kaki. Waktunya sekitar 30 menit hingga satu jam. Namun, semenjak jembatan putus, warga terpaksa menggunakan jasa perahu atau ketek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga berharap Pemda Muaraenim segera memperbaiki jembatan atau menyediakan angkutan gratis sementara.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (01/08/2011) pagi, jembatan gantung di Ujanmas Lama putus. Ratusan orang dan puluhan orang jatuh ke Sungai Lematang. Sejumlah orang mengalami patah tulang dan terluka.
(tw/fay)










































