"Penyelidikan masih berjalan dan polisi terus mengumpulkan bukti dan informasi-informasi dari saksi," kata Kapolsek Rumpin, Kompol Nundun, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/8).
"Kalau nanti ternyata dari hasil lidik (penyelidikan) tidak bisa berkembang, kita akan terbuka, transparan, untuk gelar perkara dengan pimpinan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumat pekan lalu, Polsek Rumpin kembali memeriksa beberapa saksi yang mengaku melihat sekelompok orang yang disebut-sebut melakukan pengintaian terhadap kru Tempo TV. Menurut Nundun, saksi menyebut orang-orang mencurigakan tersebut menggunakan Motor Suzuki Thunder Biru.
Namun, setelah dilakukan olah TKP pihaknya tidak menemukan benang merah orang yang dicurigai tersebut dengan pingsanya juru kamera Tempo TV.
"Jaraknya itu 150 meter antara tempat Suzuki Thunder itu pertama ditemui dengan kejadian. Korban pingsan diperkirakan 3 menit. Sementara untuk menuju ke lokasi minimal 5-7 menit karena itu jalan desa," papar Nundun.
Warga sekitar pun mengaku tidak melihat langsung peristiwa yang menimpa juru kamera naas itu, juga dengan beberapa rekan SA yang kala itu turut dalam rombongan liputan.
"Alat bukti tidak bisa dinyatakan dari katanya, harus ada bukti materil yang menguatkan laporan untuk sampai ke pengadilan," tegas Nundun.
Siang tadi, Redaksi Tempo TV mendatangi Dewan Pers sore ini. Mereka meminta Dewan Pers mendorong polisi untuk mengusut tuntas kasus pemukulan reporter mereka yang terjadi di kawasan water training, Rumpin.
"Kedatangan kami hari ini meminta Dewan Pers untuk membantu mendorong kepolisian agar segera menyelesaikan kasus ini," terang Manajer Program Tempo TV, Nur Hidayat, di Dewan Pers Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2011).
Dalam pertemuan ini hadir pula Dirut Tempo TV, Santoso, dan Ketua Dewan Pers Bagir Manan.
(ahy/irw)










































