Ketua MPR RI Taufiq Kiemas mengingatkan, semua elite politik pusat harus turut bertanggungjawab dan mesti terlibat dalam upaya meredakan ketegangan dan bentrokan yang terjadi di Papua. Akibat bentrokan dalam proses pemilukada tersebut setidaknya 19 warga tewas.
โSaya berharap, elite politik pusat tidak hanya politisi Gerindra mesti terlibat dalam upaya mendamaikan dan menyelesaikan konflik yang terjadi di Papua. Bentrokan tersebut tidak lepas dari permasalahan pelaksanaan demokrasi dalam pemilukada,โ ujar Kiemas di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/8).
Kiemas mengatakan, kebebasan berpendapat dan demokrasi seharusnya tidak dinodai dengan aksi kekerasan. Apalagi sampai ; menimbulkan korban jiwa. Sebab jika terjadi, hal itu berarti pemahaman akan nilai-nilai demokrasi, kebebasan berpendapat dan ; berserikat belum tuntas dipahami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kiemas, kepolisian dan aparat keamanan lainnya dikawatirkan tidak mampu meredam dan mengatasi sepenuhnya konflik dan bentrokan yang terjadi di Papua. Karena keterlibatan elite politik diharapkan dapat meredamnya lebih cepat.
Dua kelompok warga di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, terlibat bentrok dan mengakibatkan setidaknya 19 orang tewas tertembus panah dan lemparan batu. Bentrokan tersebut bermula pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIT ketika Simon Alom mendaftar di KPU sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Puncak. Namun berkasnya ditolak karena partai pengusung Simon Alom dan juga Ketua Partai Gerindra Tomas Tabuni mencabut dukungannya.
Akibatnya, massa pendukung Simon Alom marah dan menyerang kelompok Tomas Tabuni sehingga menyebabkan bentrok antara dua kelompok tersebut.
(nwk/nwk)











































