Hamzah: Sudah Saatnya Presiden dari Luar Jawa
Senin, 28 Jun 2004 20:48 WIB
Yogyakarta - Fakta menunjukkan bahwa presiden-presiden Indonesia selama ini berasal dari Jawa. Dan inilah yang diangkat menjadi isu oleh capres Hamzah Haz. Hamzah yang berasal dari Kalimantan ini berharap saat ini sudah saatnya presiden ini berasal dari luar Jawa. Bagi Hamzah, mantan presiden Habibie yang asli dari Sulawesi adalah pengecualian. Menurut dia, Habibie menjadi presiden karena sebelumnya menjadi wakil presiden terlebih dulu. Masalah 'kedaerahan' ini disampaikan Hamzah, capres dari PPP ini, saat bersilaturahmi di Asrama Kalbar di Bintaran, Mergangsan, Yogyakarta, Senin (28/6/2004)."Presiden kita selama ini berasal dari Jawa, pak Habibie meski dari Makassar tetapi itu dulu wakil presiden, sehingga sekarang gilirannya presiden berasal dari luar Jawa," seloroh Hamzah yang langsung disambut tepuk tangan meriah mahasiswa asal Kalbar yang hadir.Hamzah mengaku optimis dalam pemilihan presiden nanti mampu mengalahkan lawan-lawannya. Pasalnya, beberapa capres sekarang ini pernah dikalahkan dalampersaingan pemilihan wakil presiden beberapa tahun yang lalu. "Dulu yang akan dicalonkan wapres ada empat, Akbar Tanjung, SBY, Agum Gumelar dan Siswono Yudo Husodo. Dan beberapa di antaranya sekarang maju dalam pencalon presiden dan calon wakil presiden," ujarnya.Menurut Hamzah, meski dalam polling-polling, dirinya tidak menempati posisi yang bagus, namun dia tetap menyatakan optimis akan menang. "Memangnya presiden pollingan, kan yang milih 150 juta rakyat Indonesia," katanya.Selain itu di hadapan ratusan mahasiswa, Hamzah yang berasal dari Ketapang itu mengaku pernah beberapa tahun tinggal di Yogyakarta selam tiga tahun danpernah menjadi penghuni asrama tersebut. Selama mengenyam pendidikan di kota Yogyakarta antara tahun 1962 hingga 1965, ketika menuntut ilmu di AkademiKoperasi Negara, di Semaki (sekarang Jl. Kusumanegara) sekarang ini Hamzah juga pernah tinggal di kampung Keparakan dan juga pernah tinggal di belakang Rumah Makan Bu Noto di dekat Pasar Sentul."Dulu saya juga pernah mendiami asrama mahasiswa Kalimantan Barat yang ada di Bintaran ini. Meski dahulu kondisinya tidak seperti sekarang. Periodetahun 1963-1964 saya menjadi Ketua KPMKB (Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat), di sini tempat saya main pingpong, bahkan asrama putri Kalbar dulu saya yang dirikan," katanya.Dalam dialognya, Hamzah mengatakan kunci untuk kesejahteraan bangsa terletak pada dua hal yaitu masalah pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu dirinya, sangat concern di bidang pendidikan tersebut, apalagi jika nantinya dipilih untuk memimpin bangsa. "Arah politik pendidikan harus mampu menciptakan nilai ekonomis terhadap pengelolaan sumber daya alam," katanya.
(asy/)











































