Pernyataan-pernyataan kontroversi yang disampaikan oleh Ketua DPR RI Marzuki Alie ternyata tak hanya mendapat kecaman dari berbagai kalangan masyarakat saja, tetapi juga diprotes oleh anak dan istrinya yang merasa tak nyaman dengan reaksi yang ditimbulkan akibat pernyataan itu.
Kata Marzuki, dirinya tenang-tenang saja dengan reaksi yang bermunculan atas berbagai pernyatannya. Tapi, hal itu tak berlaku bagi anak dan istrinya. "Papa nih buat persoalan saja, istri saya kan di DPD. Nanti DPD lah diserang," kata Marzuki menirukan keluh kesah istrinya, Asmawati, Selasa (2/8) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Setelah mengeluarkan pernyataan kontroversi tentang gempa dan tsunami Mentawai beberapa waktu lalu, akhir pekan lalu publik kembali digemparkan pernyataan Marzuki Alie soal pembubaran KPK dan pemaafan koruptor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak kecil, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengaku sudah dibiasakan untuk berkata jujur dan berterus terang. Hal itu sesuai dengan karakteristik nama akhir 'Alie' yang diberikan orangtuanya. Nama itu, katanya, mengacu pada Sayyidina Ali yang pemberani.
"Saya bersyukur dengan apa yanga diciptakan Tuhan, karier saya bisa lompat ke sana-sini. Banyak hal yang saya alami. Pengalaman itu yang membentuk saya selama ini, dari dulu diajarkan untuk berterus-terang. Saya juga menunjukkan harapan orang tua harus berani apa adanya sesuai dengan nama saya Alie, kalau niatnya baik ya jalankan saja," tuturnya.
Sifatnya yang unik ini, kata Marzuki, sudah dibaca oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat saat akan mengamanahkan jabatan Ketua DPR.
"Beliau (SBY) pernah mengatakan, Pak Marzuki ini memang orangnya logis, rasional, all out kalau bekerja. Tetapi kelemahan masuk dunia politik, bicaranya ketus, tidak basa-basi. Sepanjang ini SBY membaca itu. Saya syukuri apa yang saya terima," pungkasnya.
(nwk/nwk)











































