"Tidak ada (bahan peledak). Itu alat ultrasonik. Alat untuk mengukur material pipa," kata Kapolsek Kramat Jati Kompol Imran Gultom kepada detikcom, Selasa (2/8/2011).
Imran menceritakan koper itu milik seorang pasien yang dirawat di RS Polri. Koper itu sebenarnya diletakkan di dalam mobil Toyota Avanza miliknya yang terparkir di halaman RS Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau tiduran dikeluarkanlah koper itu. Lupa dia ketinggalan di situ," jelasnya.
Pagi ini, lanjut Imran, sang pemilik koper bertanya kepada pihak rumah sakit. Dari pihak rumah sakit akhirnya menjelaskan kalau koper tersebut sudah diamankan di Polsek Kramat Jati.
"Ini tadi dia sudah datang kemari dan mengambil kopernya," ujarnya.
Menurut Imran, tindakan yang sudah dilakukan masyarakat mengenai adanya benda mencurigakan sudah benar. Sesuai prosedur, setiap ada benda mencurigakan harus segera melapor ke polisi.
"Itu kopernya kan juga berat. Ada kira-kira 50 kg. Wajar masyarakat kan sebagai bentuk antisipasi. Memang begitu SOP-nya," imbuhnya.
Sebelumnya tas koper berwarna hitam itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB, Senin (1/8/2011) oleh seorang juru parkir bernama Yahya (29). Yahya kemudian melapor dan tim Gegana pun datang untuk mengamankan.
(gus/fay)










































