Gerindra: Marzuki Ketua DPR Kontroversial

Gerindra: Marzuki Ketua DPR Kontroversial

- detikNews
Senin, 01 Agu 2011 15:52 WIB
Gerindra: Marzuki Ketua DPR Kontroversial
Jakarta - Partai Gerindra memandang Ketua DPR Marzuki Alie sebagai sosok Ketua DPR yang kontroversial. Marzuki dipandang kerap melontarkan isu yang tak dipahaminya. Salah satunya tentu saja ide Marzuki membubarkan KPK. Ditambah lagi keinginan Marzuki agar koruptor dimaafkan.

"Marzuki Alie lugu dalam soal hukum. Keluguan Marzuki dalam membicarakan soal hukum ini lah yang sering menimbulkan kontroversi. Ditambah lagi kengototannya mempertahankan pendapatnya meskipun dinilai orang sudah keliru,"keluh anggota Komisi III DPR dari Gerindra, Martin Hutabarat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/8/2011).

Martin mengaku heran dengan Marzuki Alie yang tak bisa melempar isu pro rakyat. Padahal Marzuki termasuk anggota DPR dengan banyak memiliki staf ahli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya heran kenapa staf ahlinya yang begitu banyak, hampir 10 orang, tidak ada yang membisikinya lebih dahulu kalau mau membicarakan isu hukum yang penting seperti soal KPK dan koruptor ini? Saya berharap ini terakhir kali Pak Marzuki menyulut kontroversi hukum soal pernyataannya tentang KPK dan koruptor,"terangnya.

Ia berharap Marzuki tak terus melempar isu kontroversial. Dan lebih pro rakyat demi citra DPR.

"Kita berharap ke depan Marzuki sebagai Ketua DPR dapat lebih fokus memikirkan dan berbicara mengenai usaha-usaha memperbaiki citra DPR yang dipimpinnya yang semakin lama semakin terpuruk dan tidak kredibel di mata masyarakat,"tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku kecewa terhadap KPK yang tengah dihembus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pimpinan KPK dengan menemui pihak yang berperkara. Kalau hal tersebut terbukti adanya, ia mendorong agar KPK dihilangkan.

Selain itu, Marzuki Alie mengusulkan agar koruptor dimaafkan. Setelah itu mereka diminta mengembalikan uang ke negara. Namun kalau koruptor mengulangi perbuatannya, mereka dihukum mati. Pernyataan ini pun kontan menuai reaksi dari sejumlah kalangan termasuk dari para kader Demokrat.

(van/her)


Berita Terkait