Pong yang mengenakan topi dan kemeja warna biru muda ini mendadak menemui Priyo yang baru saja memberi penjelasan tentang ide Marzuki Alie membubarkan KPK. Tanpa tahu konteks pembicaraan, Pong langsung menyambar.
"Saya setuju Mas Priyo," sambar Pong yang disahut sapaan ringan Priyo, seusai konferensi pers yang menjelaskan sikap politiknya terhadap ide Marzuki, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan kali ini saja beliau menyakiti rakyat. Yang paling menyedihkan waktu itu soal tsunami, sangat melukai hati rakyat. Sekarang saya tidak setuju kalau KPK dibubarkan," seru Pong sambil mengajak Priyo membentangkan spandung berukuran 2x1 meter bertulis "Omong Salah Melulu, Ganti Marzuki Alie, Jujur Adil Tegas".
"Sebentar, spanduk apa ini," ujar Priyo kaget sembari tersenyum. Rupanya Ketua DPP Golkar ini tak tahu diajak memprotes rekannya sendiri, Ketua DPR Marzuki Alie.
Priyo pun lekas-lekas memberikan sikapnya. Ia menegaskan dia menolak penggantian Marzuki Alie.
"Yang ada di dalam spanduk itu saya tidak setuju. Tidak perlu sedramatis itu," tutur Priyo yang memang menganggap wajar ide Marzuki sebagai kritik untuk KPK ini sambil melepaskan spanduk dari genggamannya. Priyo yang mengenakan setelan jas abu-abu pun lekas pamitan.
Spanduk putih yang dibawa Pong langsung dirampas Pamdal DPR. Memang dilarang membawa spanduk demonstrasi di dalam area Gedung DPR.
(van/lh)











































