"Saya lihat dari statemen Marzuki tidak mewakili masyarakat tapi lebih mewakili aspirasi para koruptor. Pihak yang ingin KPK bubar adalah para koruptor," kata Wakil Koordinator ICW Emerson Junto, dalam jumpa pers di kantor LBH, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2011).
Emerson menilai, Marzuki tidak pantas menduduki posisi Ketua DPR. Dia mencatat ada 7 pernyataan Marzuki yang menjadi blunder politik. "Saya tak tahu kondisi Marzuki sadar atau tidak, tapi pernyataan Marzuki sangat tidak bisa diterima akan sehat," katanya.
Sementara itu, Direktur LBH Jakarta Nurkholis Hidayat menyatakan ide pembubaran KPK adalah sesuatu yang tidak mendidik dan tidak menghormati penegak hukum.
"Itu adalah pernyataan konyol. Saya sangat menyayangkan pernyataan itu keluar dari Ketua DPR," katanya.
Nurkholis mengatakan, jika pernyataan itu terus dibiarkan maka publik tidak akan mempunyai kepercayaan pada DPR karena pemimpinnya tidak pro kepada rakyat.
Pendapat lain datang dari pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar. Menurutnya ide pembubaran KPK bukanlah sesuatu yang baru. "Usaha membubarkan KPK ini tidak hanya saat sekarang saja. SBY juga pernah mengutarakan kekuatan KPK yang terlalu kuat dan harus dikecilkan, itu mengandung maksud tertentu. Saat SBY mengatakan itu saya sudah punya perasaan tak enak ada penguasa yang ingin mengecilkan KPK," katanya.
Bambang mengatakan, jika KPK tak kredibel maka yang perlu dibenahi adalah orang-orang di dalamnya. "Seharusnya bukan dibubarkan tapi dilakukan pembersihan orang-orang di dalamnya terutama yang berasal dari penegak hukum baik kepolisian atau jaksa," katanya.
Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie tentang koruptor dan KPK keluar Jumat 29 Juli 2011. Marzuki kecewa terhadap KPK yang pimpinannya diduga melakukan pelanggaran kode etik dengan menemui pihak yang berperkara. Kalau hal tersebut terbukti adanya, ia mendorong agar KPK dihilangkan.
"Kalau lembaga ad hoc ini sudah tidak dipercaya, ya apa guna lembaga ini didirikan. Kalau (pimpinan) terbukti (bersalah) perlu dipikirkan kembali apakah bedol desa, lembaganya dihilangkan dan dikembalikan ke lembaga semula. Nyatanya tidak membawa perubahan juga," ujar Marzuki.
Pada bagian lain, Marzuki Alie mengajak semua rakyat Indonesia untuk memulai hidup baru degan memaafkan koruptor. "Seluruh koruptor dipanggil pulang suruh bawa uangnya masuk, kenakan pajak. Kita saling memaafkan seluruh Indonesia, memaafkan koruptor, semuanya dimaafkan. Tuhan saja memaafkan semua manusia. Tapi tidak boleh mengulangi lagi, kalau diulangi dihukum mati," ujar Marzuki.
(nal/nrl)











































