Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso sangat berhati-hati ketika menyebutkan alamat emailnya. Maklum, ia sangat khawatir kejadian salah menyebut email resmi yang dilakukan rombongan kunker Komisi VIII ke Australia, terulang kembali. Penyebutan surat elektronik 'bodong' tersebut sempat menjadi bulan-bulanan dan bahan cercaan masyarakat.
Lantaran itu, Priyo pun saat berbicara di hadapan 133 anggota Parlemen Remaja 2011 yang akan mengikuti simulasi rapat kerja (raker) DPR, sangat berhat-hati. Politisi senior Golkar ini pun sampai beberapa mengeja dan mempertegas lafalnya.
"Kalau email saya @ eh bukan, bukan, priyobudisantoso@dpr.go.id. Berarti saya lulus ya, tidak seperti anggota DPR yang ke Australia," ujarnya disambut tepuk tangan siswa-siswi SMK/SMA terbaik dari seluruh Indonesia, di Operation Room, Kompleks Parlemen, Jakarta, pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silahkan lihat Twitter saya di @priyobudis. Bagaimana apakah Anda sekalian cukup akrab dengan email dan Twitter? Kalau Anda mengirimkan lewat keduanya insya Allah saya akan menjawabnya meskipun malam hari. Kalau mau menelfon saya agak sulit, karena nomor saya cukup banyak jadi saya akan memberikan alamat Twitter dan email saya," pungkasnya usai pidato sambutan dan peresmian simulasi rapat kerja.
(nwk/nwk)











































