"Pada 25 Juli 2011 pukul 16.30-19.00 WIT teramati asap kelabu tebal bergumpal dengan ketinggian 300 meter dari kawah puncak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho kepada detikcom, Senin (1/8/2011).
Pada 26 Juli 2011, kembali muncul asap tebal setinggi 150 meter. Namun belum tercium gas belerang. Sementara gempa vulkanik terpantau sering terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gunung Gamalama tidak memaksa harus naik status, kegiatannya tetap waspada," kata Sutopo.
Meski demikian BNPB meminta masyarakat sekitar Gunung Gamalama untuk tetap waspada. Warga diminta tidak terlalu dekat dengan kawah.
"Dalam status Waspada, agar masyarakat tidak mendekati dalam radius 2 km dari puncak Gunung Gamalama sebagai pusat aktivitas," ujar Sutopo.
(fay/vit)











































