"Saya siap untuk turun kapanpun. Kita hidup tidak usah takut. Kalau hidup kita biasa naik, bisa turun, itu biasa saja," ujar Marzuki dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/8/2011).
Marzuki menegaskan dirinya adalah orang yang tegas. Orang yang tak pernah basa-basi mengungkapkan isi hatinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyangkut ide membubarkan KPK jika tak kredibel dan memaafkan koruptor dijelaskannya hanya sebagai wacana. Ia tetap menaruh kecewa karena idenya langsung diadili masyarakat.
"Siapa pun tidak akan berani melempar ide gagasan atau wacana yang mampu memperbaiki bangsa. Kalau rakyat biasa yang bicara secemerlang apapun ide gagasan tidak banyak yang merespon. Kalau saya sebagai Marzuki Alie bukan sebagai pimpinan DPR suara saya tidak direspon dan tidak didengar," keluhnya.
Menurutnya sebagai rakyat Indonesia ia berhak mengemukakan idenya. Tanpa ide yang menurutnya inspiratif tersebut, Indonesia diyakininya tak banyak perubahan.
"Janganlah teman-teman mematikan ide yang masih bisa didiskusikan. Mari kita diskusikan ada tidak solusi lain yang dapat dilakukan. Coba saya lihat apa yang bisa dia lakukan. Jadi jangan asal motong. Kalau KPK bubarkan, lalu bubarkan saja DPR. Aneh dia bicara. Kalau DPR ada karena konstitusi. Kalau KPK karena UU. UU bisa saja direvisi kalau memang tidak kredibel," tandasnya.
(nal/nal)











































