Kakak-Adik Berebut Anak Hingga Berujung ke Meja Hijau

Kakak-Adik Berebut Anak Hingga Berujung ke Meja Hijau

- detikNews
Senin, 01 Agu 2011 06:45 WIB
 Kakak-Adik Berebut Anak Hingga Berujung ke Meja Hijau
Jakarta - Setelah 5 tahun terpisah dengan anaknya, Hadi Kurniawan (36), memohon kepada hakim untuk bisa dipertemukan dengan anaknya, Fadhillah Kurniawan Hadi (6). Sebab, selama itu pula sang anak diadopsi oleh adiknya sendiri. Bagaimana kisahnya?

Awal mula kasus ini berawal dari tahun 2006. Saat itu, adik Hadi tak kunjung mendapatkan momongan setelah dua tahun menikah. Lalu, muncullah ide untuk mengadopsi Fadhillah sebagai anak angkat. Surat perjanjian adopsi pun dibuat.

"Dulu, adik saya tidak kunjung dikaruniai anak. Lalu dia mengadopsi anak saya sebagai 'pancingan'. 3 Tahun mengasuh Fadhillah, adik saya akhirnya punya anak," tutur Hadi seperti ditirukan kuasa hukumnya, Marlonsius Sihaloho, saat berincang-bincang dengan detikcom, Senin, (1/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring waktu, rasa kangen sebagai ayah pun timbul. Hadi ingin melihat anak semata wayangnya tersebut. Namun bukannya diizinkan oleh adiknya, tapi malah dipersulit.

Kini, ikatan perkawinan sang adik dikabarkan retak. Hadi pun berusaha untuk kembali mengambil Fadhillah, namun tidak diperkenankan tanpa alasan yang jelas.

โ€œPadahal, dalam surat adopsi tertulis bahwa tetap menjaga hubungan baik dan tidak mempersulit hubungan antara anak kandung dengan orang tua (ayah dan ibu kandung) demi kelangsungan masa depan anak tersebut menjadi lebih baik,โ€ beber Marlon.

Akhirnya setelah 5 tahun menunggu, Hadi pun hilang kesabaran. Hadi kemudian meminta pembatalan adopsi ke Pengadilan Negeri (PN) Depok. Kini, kasus tersebut disidangkan untuk umum di PN Depok dan telah memasuki persidangan ke dua.

Dia berharap, nurani hakim terketuk dan membatalkan adopsi tersebut. "Klien saya berharap PN Depok dapat membatalkan hak pengasuhan anak tersebut atau mengembalikan hak pengasuhan anak ke orang tua kandung," tuntas Marlon.


(asp/mad)


Berita Terkait