Bahas Terorisme, Seluruh Kapolda Bakal Ngumpul di Lemhanas

Bahas Terorisme, Seluruh Kapolda Bakal Ngumpul di Lemhanas

- detikNews
Senin, 01 Agu 2011 05:07 WIB
Jakarta - Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) akan menggelar sebuah seminar bertema terorisme selama dua hari. Pesertanya berasal dari seluruh kapolda di Indonesia dan beberapa elemen masyarakat lain yang bersinggungan dengan penanganan teroris.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Syafruddin selaku panitia acara menuturkan, seminar ini akan berlangsung terbuka pada tanggal 2-3 Agustus 2011 di Gedung Dwiwarna Purwa Lt I Lemhanas RI, Jl Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta. Ini adalah kegiatan tahunan Lemhanas di setiap akhir ajaran.

"Dulu sifatnya internal, ini sekarang kita buka. Tema yang kita pilih juga terorisme karena berkaitan dengan situasi sekarang," kata Syafruddin kepada detikcom, Minggu (31/7/2011) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain para kapolda, seminar ini juga akan dihadiri oleh para personel Lemhanas, akademisi, pemimpin redaksi media, pengamat terorisme, intelijen dan LSM yang berhubungan penanganan terorisme. "Baik yang pro maupun kontra kita undang," imbuhnya.

Ketua Panitia acara ini, Adrianus Maleala menambahkan, para pengacara yang kerap memberikan pendampingan pada tersangka teroris, seperti Tim Pembela Muslim (TPM) juga diundang. Peran mereka penting untuk memberikan perspektif berbeda tentang penanganan terorisme di Tanah Air.

Ada pun pembicara yang akan tampil dalam acara nanti, di antaranya Gubernur Lemhanas Budi Susilo Supandji, Deputi Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Irjen Pol Tito Karnavian dan Pengamat Intelejen Dr. AS Hikam.
Β 
Materi yang akan dibahas nanti, kata Adrianus, adalah seputar penanganan teroris. Ada dua sesi pembahasan, yakni penanangan teroris secara soft di hari pertama, lalu hard di hari kedua.

"Kalau keras bisa dengan pendekatan hukum, intelijen dam militer. Nanti kita harapkan ada simulasi kapan soft masuk dan kapan hard masuk," tuturnya.

Isu-isu terkini yang bakal dibahas juga mencakup penanganan teroris Umar Patek lalu isu pesantren Umar bin Khattab di Nusa Tengggara Barat. "Isu lainnya bisa saja berkembang, termasuk juga soal Abu Bakar Ba'asyir dan lainnya," tuntasnya.


(mad/asp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads