Sudah Dilarang, Peredaran Petasan di Pekanbaru Masih Marak

Sudah Dilarang, Peredaran Petasan di Pekanbaru Masih Marak

- detikNews
Minggu, 31 Jul 2011 20:58 WIB
Pekanbaru - Baru saja usai salat tarawih, suara letusan petasan menggema di mana-mana. Tradisi yang salah kaprah ini terus menerus menjadi hiburan tersendiri buat sebagian masyarakat.

Sebagian masyarakat sampai saat ini, masih membudayakan petasan bagian dari hiburan di malam ramadan. Padahal banyak masyarakat yang terganggu dengan suara letusan tersebut.

Masyarakat lebih rela dana disakunya dibelikan petasan ketimbang disumbangkan ke masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Budaya main petasan ini sebenarnya tidak bagian tradisi umat muslim dalam menyambut bulan ramadan. Main petasan malah efeknya bisa berbahaya buat diri sendiri dan orang lain. Tapi masyarakat tetap saja menjadi main petasan di saat ramadan," kata Nurul Huda seorang pengurus masjid di Jl Soebrantas Pekanbaru, Minggu (31/7/2011)

Larangan main petasan ini juga sebenarnya datang dari Pemkot Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru. Malah kadang pihak kepolisian melakukan razia terhadap penjualan petasan. Namun hal itu tidak menyurutkan masyarakat untuk meninggalkan permainan petasan tersebut.

Bagi Heru, seorang warga, main petasan di malam ramadan sangat mengasikan. Ini karena ketersediaan petasan itu sendiri banyak djual saat dibulan ramadan.

"Kalau di luar ramadan kan tidak ada orang yang jualan petasan. Karena adanya bulan ramadan, ya kita beli saja untuk mainan," kata Heru.

Pro dan kontra memang soal permainan petasan tersebut. Di mana-mana, tidak hanya di Pekanbaru, demam main petasan juga terjadi di kota-kota lainnya.

"Kadang yang buat kita terganggu itu, justru di saat umat masih melaksanakan salat tarawih sudah ada yang main petasan. Ini jelas mengganggu masyarakat yang lagi beribadah," kata Arif Rahman, warga yang tidak setuju dengan permainan petasan tersebut.

(cha/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini