"Niatnya mau mengalihkan isu tapi malah blunder. Demokrat malah jadi bulan-bulanan saya rasa," ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat dihubungi detikcom, Minggu (31/7/2011).
Ray mengaku logika Marzuki yang menyatakan KPK harus bubar karena ada oknum di dalamnya sangat menyesatkan. Marzuki menunjukkan pola pikir pejabat yang sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ray, pernyataan Marzuki merepresentasikan PD secara keseluruhan. PD sejatinya menginginkan agar KPK segera mati.
"Masalah ini kan jadi paradoks sekali, presiden berdiri di depan untuk bertindak belakangan. Amat sangat naif isu ini pada tingkat tertentu ingin menjebloskan kembali bahwa Demokrat ini memang tak berdaya menghadapi koruptor. Publik semakin yakin kalau slogan pemberantasan korupsi bohong!" tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku kecewa terhadap KPK yang tengah dihembus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pimpinan KPK dengan menemui pihak yang berperkara. Kalau hal tersebut terbukti adanya, ia mendorong agar KPK dihilangkan.
Selain itu, Marzuki Alie mengusulkan agar koruptor dimaafkan. Setelah itu mereka diminta mengembalikan uang ke negara. Namun kalau koruptor mengulangi perbuatannya, mereka dihukum mati.
(ape/mei)











































