Ketiga dusun itu adalah Dukun Srunen, Dukun Kalitengah Kidul dan Kalitengah Lor, di desa Glagaharjo. Sedangkan lima dusun di bawah tiga dusun itu seperti Singlar, Glagahmalang, Banjarsari, Ngancar dan Besalen menyatakan siap direlokasi. Sebab di lima dusun tersebut, sebagian besar rumah warga rusak akibat tertimbun material hingga kedalaman lebih dari 4-8 meter.
"Kami tetap menolak direlokasi karena 85 persen warga mengandalkan kehidupan dari bertani dan beternak. Kami tidak mungkin direlokasi karena kami butuh tempat yang luas," kata Jamin mewakili warga tiga dusun saat berdialog dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Balai Desa Glagaharjo, Sabtu (30/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski rumah rusak, batas-batas tanah kami masih jelas, tidak seperti dusun di bawah yang tertimbun semuanya," ungkap Jamin langsung disambut tepuk tangan warga.
Dia menambahkan beberapa fasilitas umum masih ada seperti jalan aspal yang menghubungkan antar dusun, bangunan sekolah dan masjid. Sumber mata air juga masih bisa dimanfaatkan warga, meski belum maksimal.
"Masyarakat kami juga tanggap bencana. Terbukti, saat erupsi kemarin tidak ada korban jiwa," katanya.
Sementara itu, Barono yang mewakili Dusun Besalen, Banjarsari, Singlar, Ngancar dan Glagahmalang, menyatakan sepakat relokasi. Namun, tempat untuk relokasi disesuaikan keinginan warga. Misalnya, Warga Singlar ingin menempati tanah kas desa di Dusun Gading, Warga Glagahmalang di Jetis Sumur dan Warga Ngancar, Banjarsari serta Besalen di tanah kas desa yang ada di belakang Balai Desa Glagaharjo.
"Kami mau direlokasi namun tanah milik kami yang tertimbun itu tetap menjadi hak milik kami," kata Barono.
(bgs/rdf)











































