"Gerakan Bersih bukan gerakan yang menuntut digulingkannya pemerintah, seperti bagaimana reformasi di sini. Kita hanya memberikan satu message yang jelas, yaitu pemilu yang bersih. Kita mau hanya jaminan itu dari pemerintah," ujar Datuk Seri Anwar Ibrahim dalam Forum Publik bertema 'Akses Terhadap Keadilan: Pengalaman Malaysia' di Puri Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/7/2011).
Anwar menyatakan Gerakan Bersih masih bisa berlanjut jika apa yang mereka tuntut tidak didengar oleh pemerintah Malaysia. Anwar berharap, pihak pemerintah Malaysia dan PM Najib Razak bersedia memberi respon yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Anwar menjelaskan maksud dan tujuan di balik Gerakan Bersih yang pada 9 Juli lalu pecah menjadi kekacauan di Kuala Lumpur. Menurutnya, message atau pesan yang ingin disampaikan kepada pemerintah sudah jelas, yakni penyelenggaraan pemilu bersih, yang bebas kecurangan dan pemerintahan yang lepas dari diskriminasi etnis.
"Walaupun di dalam negara itu dituding sebagai anti nasional, pengkhianat, kriminal, segala macam. Tapi message itu clear. Secara nationally, message itu kuat, bahwa ada penipuan sistem pemilu di Malaysia. Itu yang pertama," terangnya.
"Kedua, soal negara bangsa," imbuh Anwar.
Terkait hal tersebut, Anwar menilai, selama ini pemerintahan Malaysia terkesan seperti mendiskriminasi ras lain selain Melayu. Padahal diketahui bahwa Malaysia juga terdiri atas etnis China, India, dan sebagainya. Pemerintah yang didominasi partai yang berkuasa, yakni UMNO terkesan hanya memperjuangkan kepentingan bangsa Melayu dan mengabaikan etnis lain yang ada.
Anwar berharap, agar prinsip demikian dihapus. Dia menyatakan, semua etnis merupakan satu kesatuan rakyat Malaysia. Dan etnis lain di luar Melayu juga harus diperbolehkan masuk menjadi anggota parlemen dan pemerintahan.
"Jadi kalau pendekatan kami, kita harus latih dari sekarang, kita tidak sedikitpun mau memperkecil peranan atau kedudukan orang Melayu. Tapi harus kita beri pendekatan, anggap ini sebagai keluarga besar rakyat Malaysia, berdasarkan prinsip-prinsip yang murni," jelas dia.
Dengan perubahan sedemikian rupa, maka Anwar yakin Malaysia akan lebih baik di masa mendatang. "Dengan pendekatan ini, saya yakin, tidak perlu tunggu 50 tahun. Umumnya rakyat itu muda. Lihat saja massa Bersih, jumlah Melayu, China, atau India yang ada. Tuntutan yang sama. Saya lebih optimis dibanding dengan UMNO, Barisan Nasional yang sekarang," tandas Anwar.
Pada 9 Juli lalu, polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke ribuan pengunjuk rasa 'Gerakan Bersih 2.0' yang menuntut reformasi pemilu. Tembakan ini memicu kekacauan di ibukota Kuala Lumpur. Polisi juga menangkap lebih dari 1.600 orang, termasuk tokoh oposisi terkemuka, namun saat ini orang-orang yang ditangkap tersebut telah dibebaskan.
Akibat aksi ini, salah seorang warga, Baharuddin Ahmad tewas saat terkena tembakan gas air mata. Baharuddin, yang juga anggota oposisi Pan-Malaysia Islamic Party (PAS), dimakamkan hari Minggu di pemakaman Muslim Minggu, dihadiri sekitar 300 orang. Namun juru bicara kepolisian Ramli Mohamed Yoosuf mengatakan penyebab kematian Burhanuddin adalah karena serangan jantung.
(nvc/gah)











































