"Alhamdulilah pelaku sudah tertangkap tadi subuh," ujar Kapolres Kabupaten Bandung, AKBP, Sony Sonjaya saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/7/2011).
Sony enggan memberikan komentarnya lebih jauh mengenai penangkapan tersebut. Namun, Sony memastikan orang yang diduga sebagai pelaku itu bernama Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang berhasil dihimpun detikcom, menyebutkan Asep berhasil di tangkap di kawasan Jakarta Barat. Asep mengenakan kaos hitam saat ditangkap petugas.
Saat ini orang yang diduga pelaku pembunuhan dan permapokan tersebut masih berada di Mapolda Metro Jaya dan siang ini akan di bawa ke Polres Kabupaten Bandung.
Satu keluarga polisi di Kabupaten Bandung tewas mengenaskan dirumahnya. Pembunuhan terhadap keluarga polisi, AKP Wawan ini juga tergolong sadis. Semua korban digorok lehernya.
"Kejadiannya tadi sore terungkap, pembunuhan diduga dilakukan 5 hari lalu, karena saat ditemukan semua korban dalam kondisi membusuk. Ditemukan oleh keluarga korban yang ingin berkunjung, tapi mencium bau busuk dari dalam rumah," ujar Kapolres Kabupaten Bandung, AKBP, Sony Sonjaya saat dihubungi detikcom, Jumat (29/7) kemarin.
Menurut Sony, pembunuhan ini terkuak saat salah seorang kerabat AKP Wawan, Agus ingin mengunjungi keluarga H Apo di kediamannya di Jalan Raya Banjaran, RT 03/03, Kampung Pengkolan, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Namun Agus mendapati rumah haji Apo dalam kondisi terkunci. Tidak hanya itu rumah yang terletak di pinggir jalan itu pun mengeluarkan bau busuk.
Setelah itu Agus berusaha masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu. Setelah berhasil masuk, Agus mendapati banyak bercak darah di ruang tamu. Agus pun kemudian masuk ke dalam salah satu kamar.
"Di kamar ada mayat Haji Apo, istrinya Euis dan mereka cucunya yang berusia 4 tahun. Cucu Haji Apo adalah anak dari Wawan yang juga anggota Brimob di Kalimantan," terang Sony.
Menurut Sony, semua kondisi mayat saat ditemukan dalam kondisi membusuk dengan luka gorokan di leher. Kejadian pun diperkirakan pada malam hari atau dini hari karena semua korban yang tewas masih mengenakan baju tidur.
(her/her)










































