"Tentunya rencana ini sangat kita dukung karena memang lama sudah ditunggu warga Ibukota. Tetapi hal ini juga harus berkelanjutan dan menyeluruh nantinya tidak sekedar hangat-hangat tahi ayam," ujar pengamat Transportasi UI, Alvin Syah saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (30/7/2011).
Menurut Alvin, perbaikan pelayanan armada transportasi umum seperti Kopaja memang menjadi kebutuhan bagi warga Ibukota. Namun pelaksanaan teknis jangan sampai terabaikan agar kebijakan yang dibuat PT Kopaja bisa terus berlanjut dan nantinya diikuti oleh armada yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan ini rencananya akan menggunakan sistem gaji untuk sopirnya. Diharapkan dengan kebijakan tersebut pengemudi Kopaja ber-AC tidak akan ugal-ugalan karena mengejar setoran.
"Dengan sistem gaji, memang tidak akan membuat pengemudi ugal-ugalan, tetapi bila monitoring lemah, maka pelayanan jadi asal-asalan. Para sopir akhirnya kerja jadi males, ini harus dihindari juga," terangnya.
Menurut Alvin, untuk memudahkan monitoring perlu disediakan call center sebagai tempat aduan masyarakat bagi pengemudi Kopaja itu. Selain bisa mengontrol pengemudi, pengelola PT Kopaja jadi dipermudah dalam hal pengawasan, karena masyarakat bisa ikut mengawasi.
"Pemerintah juga harus turun tangan dalam hal ini. Bila sampai Kopaja merugi harus dipikirkan solusinya. Apakah nantinya ada subsidi seperti pada TransJakarta atau seperti apa. Perjanjian antara Pemprov DKI dengan Kopaja harus ditegaskan seperti apa nantinya," imbuhnya.
Layanan publik bagi warga Jakarta kini bertambah lagi. Dalam waktu dekat akan beroperasi bus Kopaja dengan fasilitas pendingin udara.
"PT Kopaja berusaha meningkatkan level of service baik sarana maupun prasarana. Kalau dari segi sarana itu busnya sekarang pakai AC," ujar Kadishub DKI, Udar Pristono kepada detikcom, Jumat (29/7) kemarin.
Selain AC, kursi penumpang juga tak lagi berlapis kulit namun kain yang empuk. Pintu bus ini pun menggunakan model turnstyle atau pintu berputar.
"Pintu masuk di depan dan keluar di belakang supaya satu arah. Penumpangnya juga tak banyak-banyak maksimal 35 orang," katanya.
Untuk sementara, bus kopaja ber-AC ini hanya untuk melayani jurusan Ragunan-Grogol. Itu pun jumlahnya belum terlalu banyak yakni sekitar 20 armada.
"Sampai saat ini tarif masih disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku atau Rp 2.000. Tapi kalau nanti ada terjadi peningkatan kualitas dan peminat silakan saja mereka (PT Kopaja) mengajukan ke pemerintah. Tapi harus melalui prosedur," tandasnya.
(her/her)










































